<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog STKIP Persis</title>
	<atom:link href="http://blog.stkip-persis.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.stkip-persis.ac.id</link>
	<description>STKIP Informasi Update</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2009 06:10:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>STKIP PERSIS Menerima Mahasiswa Baru</title>
		<link>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/11/stkip-persis-menerima-mahasiswa-baru/</link>
		<comments>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/11/stkip-persis-menerima-mahasiswa-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 09:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>STKIP Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru Daftar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran Mahasiswa Baru STKIP]]></category>
		<category><![CDATA[STKIP Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[STKIP Persatuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[STKIP PERSIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stkip-persis.ac.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[STKIP Persatuan Islam (PERSIS) sebagai Ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah menggeluti dan mengelola pendidikan tinggi, yaitu dengan didirikannya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP PERSIS).
STKIP Persatuan Islam adalah sebuah lembaga pendidikan tinggi yang didirikan untuk menyediakan tenaga edukatif yang professional dan memiliki wawasan keagamaan yang luas.
Peluang

 Kebutuhan masyarakat terhadap perguruan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>STKIP Persatuan Islam (PERSIS) sebagai Ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah menggeluti dan mengelola pendidikan tinggi, yaitu dengan didirikannya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP PERSIS).</p>
<p>STKIP Persatuan Islam adalah sebuah lembaga pendidikan tinggi yang didirikan untuk menyediakan tenaga edukatif yang professional dan memiliki wawasan keagamaan yang luas.<span id="more-3"></span></p>
<p><strong>Peluang</strong></p>
<ol>
<li> Kebutuhan masyarakat terhadap perguruan tinggi meningkat.</li>
<li>Kesempatan kerja cenderung semakin meningkat bagi yang berpendidikan.</li>
<li>Peluang otonomi dalam pendidikan semakin besar.</li>
<li>Banyak lembaga pendidikan yang masih kekurangan tenaga pendidikan.</li>
<li>Proses stratifikasi penyetaraan bagi pengajar yang belum strata satu.</li>
</ol>
<p><strong>Visi</strong></p>
<ol>
<li> Tauhidullah dalam paradigma ilmiah dan amaliah.</li>
<li>Pemahaman agama, ilmu, dan teknologi yang terintegrasi dan komprehensif.</li>
<li>Beriman, berilmu dan beramal.</li>
</ol>
<p><strong>Misi</strong></p>
<ol>
<li> Menjadikan Perguruan Tinggi sebagai gerbong intelektual yang berwawasan tajdid.</li>
<li>Menjadikan lulusan dan sarjana muslim kaffah yang dapat mengembangkan keilmuan secara terintegrasi dan komprehensif yang dilandasi nilai-nilai Tauhidullah.</li>
<li>Menjadikan sarjana muslim sebagai intelektual pembaharu pemahaman Islam.</li>
<li>Menyiapkan tenaga pendidik yang amanah dan professional.</li>
</ol>
<p><strong>Syarat Pendaftaran</strong></p>
<ol>
<li> Mengisi formulir pendaftaran.</li>
<li>Menyerahkan 1 (satu) lembar photocopy Ijazah Mu’allimien, SMA atau sederajat yang telah dilegalisir.</li>
<li>Menyerahkan photo ukuran 3&#215;4 tujuh lembar.</li>
<li>Membayar uang pendaftaran sebesar Rp.100.000.</li>
<li>Mengikuti ujian Kompetensi Dasar. Melampirkan referensi Pimpinan Jama’ah (bagi yang mengajukan beasiswa jam’iyyah 50%)</li>
</ol>
<p><strong>Tempat Pendaftaran</strong></p>
<ul>
<li> Kampus STKIP. Jl. Pajagalan No. 14 Bandung Lt. 1 Gedung Utara.</li>
</ul>
<p><strong>Waktu pendaftaran</strong></p>
<ol>
<li> Semester Ganjil 2009/2010 – 28 Mei s.d. 03 September 2009.</li>
<li>Semester Genap 2009/2010 – 02 Januari s.d. 26 Pebruari 2010.</li>
</ol>
<p><strong>Uji Kompetensi</strong></p>
<ol>
<li> Semester Ganjil 2009/2010 – Hari Jumat, 4 September 2009 Pukul 08.00 WIB s.d. selesai.</li>
<li>Semester Genap 2009/2010 – Hari Jum’at, 26 Pebruari 2010 Pukul 08.00 WIB s.d. selesai.</li>
</ol>
<p><strong>Bimbingan Akademik</strong></p>
<ul>
<li> Semester Ganjil 2009/2010 – Hari Ahad, 13 September 2009.</li>
</ul>
<p><strong>Fasilitas Pendidikan</strong></p>
<ol>
<li> Kampus; Jl. Pajagalan No.14 Bandung.</li>
<li>Tenaga pengajar berasal dari lulusan PTN maupun PTS dalam dan luar negeri terkemuka; dari jenjang S-1, S-2 dan S-3 (Lulusan UI, Unpad, UPI, IAIN, Unisba, University of Norway, La Trobe University Melbourne, Australia).</li>
<li>Biaya pendidikan relative murah.</li>
<li>Tersedia berbagai macam beasiswa.</li>
</ol>
<p><strong>Biaya Pendidikan</strong></p>
<ol>
<li> SPP &#8211; Rp. 125.000/bulan</li>
<li>Biaya KEmahasiswaan &#8211; Rp.50.000/bulan</li>
<li>Bimak, Jas Mhs, KTM – Rp.300.000 (satu kali)</li>
<li>DPK – Rp.500.000 (satu kali)</li>
<li>Perpustakaan – Rp.75.000 (satu kali)</li>
</ol>
<p><strong>Beasiswa Pendidikan</strong></p>
<p>Beasiswa Jam’iyyah sebesar 50% mulai diberikan kepada:</p>
<ol>
<li> Alumni Pesantren Persatuan Islam dengan melampirkan Ijazah Mu’allimien.</li>
<li>Keluarga Besar (anggota/simpatisan) Persatuan Islam dengan membawa surat rekomendasi dari Pimpinan Cabang yang bersangkutan dengan referensi Pimpinan Jama’ah, untuk studi di STKIP Persatuan Islam.</li>
</ol>
<p><strong>Layanan Informasi</strong></p>
<ul>
<li> 022-7004355</li>
<li>022-70105342</li>
<li>0813-2072-4890</li>
</ul>
<p><strong>Download</strong></p>
<ul>
<li><a rel="nofollow" href="http://sites.google.com/site/stkipfile/form.pdf" target="_blank">Download Formulir Pendaftaran Mahasiswa Baru</a>. &#8211; Format PDF.</li>
<li><a rel="nofollow" href="http://sites.google.com/site/stkipfile/FORMULIRPENDAFTARANMAHASISWABARU.doc" target="_blank">Download Formulir Pendaftaran Mahasiswa Baru</a>. Format Word 97-2003.</li>
<li><a rel="nofollow" href="http://sites.google.com/site/stkipfile/FORMULIR-PENDAFTARAN-MAHASISWA-BARU.rtf" target="_blank">Download Formulir Pendaftaran Mahasiswa Baru</a>. &#8211; Format Word 2007.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/11/stkip-persis-menerima-mahasiswa-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Pembelajaran yang Ramah Anak</title>
		<link>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/11/membangun-pembelajaran-yang-ramah-anak/</link>
		<comments>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/11/membangun-pembelajaran-yang-ramah-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 08:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>STKIP Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Sebagai Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Life long learning]]></category>
		<category><![CDATA[long education]]></category>
		<category><![CDATA[Memanjakan Otak Kanan]]></category>
		<category><![CDATA[Memanjakan Otak kiri]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Kognitif]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Kontekstual]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Terhadap Anak usia dini]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Karakter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stkip-persis.ac.id/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini artikel bagian pertama dari orasi ilmiah yang disampaikan Prof.H.M. Iim Wasliman, DR.,MPd, MSi dalam Acara Wisuda STKIP Persis tahun Akademik 2007-2008 di Hotel Grand Pasundan Bandung, dengan tema &#8220;Upaya Meningkatkan Proses Pembelajaran yang Efektif dalam Rangka Membangun Mutu Pendidikan&#8221;
I. MEMBANGUN PEMBELAJARAN YANG RAMAH ANAK (Mengubah Main Set Guru dalam Pembelajaran)
Bahan Renungan:
Take time to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini artikel bagian pertama dari orasi ilmiah yang disampaikan Prof.H.M. Iim Wasliman, DR.,MPd, MSi dalam Acara Wisuda STKIP Persis tahun Akademik 2007-2008 di Hotel Grand Pasundan Bandung, dengan tema &#8220;<strong>Upaya Meningkatkan Proses Pembelajaran yang Efektif dalam Rangka Membangun Mutu Pendidikan</strong>&#8221;</p>
<p><strong>I. MEMBANGUN PEMBELAJARAN YANG RAMAH ANAK (Mengubah Main Set Guru dalam Pembelajaran)</strong></p>
<p>Bahan Renungan:<span id="more-5"></span></p>
<blockquote><p>Take time to think, it is the source of power<br />
Take time to read, it is the foundation of wisdom<br />
Take time to dream, it is the future made of<br />
Take time to quite, it is the opportunity to seek God<br />
Take time to pray, it is the great power on earth.</p></blockquote>
<p><strong>1. Dari Memorandum Menuju Stadium:</strong></p>
<p>Dari proses belajar yang sangat menekankan kepada kemampuan memori, menjadi KBM yang mengembangkan kemampuan otak dalam melakukan proses berpikir tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi.</p>
<blockquote><p>From Teaching to Learning and to Thinking</p></blockquote>
<p><strong>2. Dari Kognitif Ke Pengembangan Karakter</strong></p>
<p>Dari Proses belajar yang terlalu terfokus pada nilai akhir akademik, kepada proses pembangunan karakter melalui pengembangan kebiasaan serta kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning), Sehingga pembelajaran syarat makna.</p>
<blockquote><p>Tebarkan ilmu, dan petik perbuatan<br />
Tebarkan perbuatan, dan petik kebiasaan<br />
Tebarkan kebiasaan, dan petik karakter<br />
Tebarkan karakter, dan petik nasib dan keberuntungan.</p></blockquote>
<p><strong>3. Dari Memanjakan Otak Kiri Ke Otak Kanan :</strong></p>
<p>Dari pembelajaran yang terlalu menekankan pengembangan kemampuan berpikir linier (logis) kepada mengembangkan kemampuan berpikir lateral yang menjadi dasar dari kemampuan berpikir kreatif.</p>
<p><strong>4. Pembelajaran Yang Kontekstual</strong></p>
<p>Dari Kegiatan belajar yang cenderung Papan Tulis Oriented dan Buku Paket Oriented, dan hanya berlangsung di dalam kelas, sehingga siswa bosan belajar dan kurang memahami keterkaitan antara apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata, Hendaknya diubah ke KBM yang kontekstual.</p>
<p><strong>5. Guru Sebagai Teladan dan Fasilitator Belajar</strong></p>
<p>Pola Interaksi guru-murid yang cenderung kaku dan terlalu hirarkis, hendaknya berubah. Secara ideal guru hendaknya berperan sebagai fasilitator dan teladan bagi muridnya, sehingga mendorong murid untuk mempelajari dan memahami Iptek, keterampilan dan sikap positif yg dibutuhkan dlm kehidupan bermasyarakat.</p>
<p><strong>6. Guru Pembelajar Sepanjang Hayat (Life long Learning)</strong></p>
<p>Guru JANGAN merasa cukup dengan apa yang telah dipahami dan dikuasai sehingga berhenti belajar dan mengembangkan diri.</p>
<p>Faktor utama mengembangkan KBM yang bermutu bukan dana, melainkan keinginan yang kuat dan kreativitas guru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/11/membangun-pembelajaran-yang-ramah-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Pembelajaran Berbasis Gaya Belajar Siswa</title>
		<link>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/10/membangun-pembelajaran-berbasis-gaya-belajar-siswa/</link>
		<comments>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/10/membangun-pembelajaran-berbasis-gaya-belajar-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 06:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>STKIP Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Albert Einstein]]></category>
		<category><![CDATA[Anna Pavlopa]]></category>
		<category><![CDATA[Apandi]]></category>
		<category><![CDATA[Babe Ruth]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Belajar Orang Terkenal]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Mudah Dalam Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Enrico Caruso]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Belajar Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[HAMKA]]></category>
		<category><![CDATA[Irrawati Durban]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Louis]]></category>
		<category><![CDATA[Katherine Hepburn]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Intrapersonal atau kecerdasan Intuitif]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Kinestetik]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Linguistik]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Majemuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Musikal]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Visual - spasial]]></category>
		<category><![CDATA[Membangun Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkatkan Mutu Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkatkan Proses Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pablo Picasso]]></category>
		<category><![CDATA[Rudi Hartono]]></category>
		<category><![CDATA[Thomas Alva Edison]]></category>
		<category><![CDATA[Titik Puspa]]></category>
		<category><![CDATA[William Shakespeare]]></category>
		<category><![CDATA[Winston Churchill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stkip-persis.ac.id/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini artikel bagian kedua dari orasi ilmiah yang disampaikan Prof.H.M. Iim Wasliman, DR.,MPd, MSi dalam Acara Wisuda STKIP Persis tahun Akademik 2007-2008 di Hotel Grand Pasundan Bandung, dengan tema “Upaya Meningkatkan Proses Pembelajaran yang Efektif dalam Rangka Membangun Mutu Pendidikan”
II. MEMBANGUN PEMBELAJARAN BERBASIS GAYA BELAJAR SISWA
1. Gaya Belajar Siswa
Setiap manusia (anak) memiliki gaya belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini artikel bagian kedua dari orasi ilmiah yang disampaikan Prof.H.M. Iim Wasliman, DR.,MPd, MSi dalam Acara Wisuda STKIP Persis tahun Akademik 2007-2008 di Hotel Grand Pasundan Bandung, dengan tema “Upaya Meningkatkan Proses Pembelajaran yang Efektif dalam Rangka Membangun Mutu Pendidikan”</p>
<p>II. MEMBANGUN PEMBELAJARAN BERBASIS GAYA BELAJAR SISWA</p>
<p><strong>1. Gaya Belajar Siswa</strong></p>
<p>Setiap manusia (anak) memiliki gaya belajar yang unik. Setiap manusia memiliki kekuatan tersendiri<span id="more-8"></span></p>
<p>Gaya belajar anak itu khas, sebagaimana tanda tangan.</p>
<p>Tidak ada gaya belajar yang lebih baik atau lebih buruk dari pada yang lain.</p>
<p><strong>2. Gaya Belajar Orang &#8211; Orang Terkenal</strong></p>
<ol>
<li>Albert Einstein (ilmuwan): Suka melamun, Guru-gurunya di Jerman mengatakan tak akan pernah berhasil jadi apapun. Pertanyaan Einstein dianggap merusak suasana, lebih baik jika ia tidak datang ke sekolah. Akhirnya ia berusaha, berjuang sehingga menjadi ilmuwan terbesar sepanjang sejarah.</li>
<li>Winston Churchill: Lemah dalam belajar, gugup jika berbicara, dan agak gagap dan cadel. Namun dengan kegigihannya ternyata menjadi seorang pemimpin dan orator terbesar abad ini.</li>
<li>Thomas Alva Edison: Sering dihukum di sekolah, dianggap nakal, kalau bertanya dianggap melecehkan guru, dan dikeluarkan dari sekolah. Ibunya mendidik di rumah dengan model pembelajaran yang waktu itu dianggap aneh. &#8220;Belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.&#8221; Dia membuat permainan untuk mengajar Edison, dia sebut explorasi dunia pengetahuan menjadi sesuatu yang mengasyikan. Sang anak mula-mula kaget, namun kemudian menjadi bergairah, selanjutnya dia mulai belajar dengan cepat dan ibunya tidak perlu mengajarinya lagi. Bahkan dia terus mengeksplorasi, bereksperimen dan oto didak.</li>
<li>Pablo Picasso, Apandi (Pelukia besar)</li>
<li>William Shakespeare, HAMKA, (penulis, pengarang)</li>
<li>Joe Louis, Babe Ruth, Rudi Hartono ( Olah ragawan),</li>
<li>Enrico Caruso, Titik Puspa ( Penyanyi)</li>
<li>Anna Pavlopa, Irrawati Durban (Penari)</li>
<li>Katherine Hepburn, Deddy Mizwar (Aktris/actor)<br />
dan Jutaan lainnya.</li>
</ol>
<p>Mereka semua memiliki gaya belajar khas yang tidak sesuai dengan gaya sekolah mereka. Dan ketidak sesuaian itu terus berlanjut sampai sekarang pada jutaan anak lain. Hal ini sebagai kegagalan sekolah, yang pada umumnya sekolah kita diselenggarakan dengan asumsi setiap orang itu identik.<br />
Lebih buruk lagi, semua sekolah kebanyakan diselenggarakan dengan sebuah system evaluasi / ujian yang menghargai hanya sejumlah kecil kemampuan.</p>
<p>Penghargaan pada usia dini sering memisahkan yang dinyatakan berbakat dan cerdas dari mereka yang dianggap kurang cerdas dan tidak berprestasi.</p>
<p>Kita menganggap kecerdasan itu konstan sejak lahir. Padahal kecerdasan itu tidak konstan. Kecerdasan memiliki iaramanya masing-masing.</p>
<p>Lebih baik menganut paham: Setiap orang memiliki prestasi berbagai &#8220;Kecerdasan&#8221; yang disebut kecerdasan bawaan.</p>
<p>3.Kecerdasan Majemuk dan Membelajarkannya</p>
<p>a. Kecerdasan Linguistik</p>
<p>1) Lazim dijumpai pada: Novelis, penyair, penulis, orator,<br />
editor, dan jurnalis.</p>
<p>2)Figur terkenal: Winston Churchil, Hamka, St Taqdir<br />
Alisyahbana, Aam Amelia.</p>
<p>3) Ciri Yang menonjol:<br />
- Teratur &#8211; berpegang pada pola<br />
- Sistematis &#8211; Suka mendengarkan<br />
- Suka membaca &#8211; Suka menulis<br />
- Mengeja dengan mudah &#8211; Suka permainan kata<br />
- Punya ingatan yg tajam &#8211; Berdebat/ berargumentasi.</p>
<p>4) Cara Mudah Dalam Belajar:<br />
- Bercerita &#8211; Bermain permainan ingatan (nama-nama)<br />
- Baca cerita, lelucon &#8211; Tulis cerita, lelucon<br />
- Wawancara &#8211; Lakukan permainan kosakata<br />
- Kerjakan teka- teki &#8211; Debat, diskusi<br />
- Mengedit, memeriksa naskah- Majalah dinding.</p>
<p>b. Kecerdasan Matematis &#8211; logis</p>
<p>1). Lazim dijumpai pada: Ahli matematika, ilmuwan,<br />
pengacara, akuntan.</p>
<p>2). Figur terkenal: Habibi, Emil Salim, Adnan Buyung<br />
Nasution</p>
<p>3). Ciri yang menonjol:<br />
- Suka berpikir abstrak &#8211; Suka pada ketepatan<br />
- Sangat suka berhitung &#8211; Suka keadaan teratur<br />
- Sangat suka computer &#8211; Mencatat secara teratur<br />
- Sangat suka memecahkan soal -Suka bereksperimen</p>
<p>4). Cara Mudah Dalam Belajar:<br />
- Rangsang dengan pemecahan masalah -Gunakan logika<br />
- Lakukan permainan berhitung -Berfikir deduktif<br />
- Analisis dan tafsirkan data -Gunakan prediksi<br />
- Beri eksperimen praktis &#8211; Dorong kekuatan diri<br />
-Kesempatan pecahkan soal -Perkenalkan komputer dini</p>
<p>c. Kecerdasan Visual &#8211; spasial</p>
<p>1). Lazim dimiliki oleh :Arsitek, pelukis, pemahat,<br />
navigator, pemain catur, ahli fisika</p>
<p>2). Figur terkenal: Pablo Picasso, Apandi, Jehan, Bung<br />
Karno</p>
<p>3). Ciri yang Menonjol:<br />
-Berpikir dengan gambar -Memiliki indra warna yg hebat<br />
- Menggunakan metafora &#8211; Memiliki indra konfiguratif<br />
- Suka seni:Menggambar,memahat,Melukis<br />
- Mengingat berdasarkan gambar<br />
- Mudah membaca peta, grafik,diagram<br />
- Kuat dalam membayangkan</p>
<p>4). Cara mudah dalam belajar:<br />
- Gunakan gambar untuk belajar &#8211; Buat coretan, symbol<br />
-Padukan seni dg mt pelajaran lain<br />
-Gambar diagram, peta, denah<br />
-Gunakan pemetaan pikiran -Lakukan visualisasi<br />
-Belajar pakai VCD, film, video -Gunakan mimic<br />
-Buat pengelompokan -Tandai dg warna</p>
<p>d. Kecerdasan Musikal</p>
<p>1). Lazim dijumpai pada: Pemain sandiwara, penggubah lagu,<br />
penyanyi, penata musik, penikmat musik, pemain piano,<br />
dsb</p>
<p>2). Figur terkenal: Mozart, Bu Kasur, Simanjuntak, Bing<br />
Slamet</p>
<p>3). Ciri-ciri yang menonjol:<br />
- Sensitif terhadap nada, Minat spiritual, Apresiatif seni.<br />
4). Cara mudah dalam belajar:<br />
-Bermain alat musik, Belajar diiringi musik, Paduan suara,<br />
-Menulis musik,Ubah suasana hati dg musik</p>
<p>e. Kecerdasan Kinestetik</p>
<p>1). Lazim dijumpai pada: Penari, actor, atlet, juara OR,<br />
Penemu, Ahli bedah<br />
2). Figur Terkenal: Michael Jordan, Rudi Hartono, Taufik<br />
Hidayat<br />
3). Ciri-ciri yg menonjol:<br />
- Daya kontrol tubuh baik, Respon yg terlatih, suka<br />
menyentuh, suka bermain</p>
<p>4). Cara Mudah dlm belajar:<br />
- Gunakan latihan fisik, tarian utk belajar, gerak untuk<br />
belajar, Drama, bermain peran, bertepuk, meloncat.</p>
<p>f. Kecerdasan Interpersonal atau kecerdasan sosial</p>
<p>1). Lazim dijumpai pada: Politisi, guru, pemimpin religius,<br />
Penasihat</p>
<p>2). Sosok terkenal: Muhammad Surya, Aa Gym, Zaenuddin<br />
MZ, Sarpingi</p>
<p>3). Ciri-ciri yg menonjol:<br />
- Mahir berhubungan dg orang lain, Nikmat berada di<br />
tengah orang</p>
<p>4). Cara mudah dlm belajar:<br />
- Belajar bersama,beri kebebasan berkomunikasi,<br />
bekerja dalam tim, berpasangan dlm belajar, ajari<br />
orang lain, padukan sosialisasi</p>
<p>g. Kecerdasan Intrapersonal atau kecerdasan<br />
Intuitif</p>
<p>1). Lazim dijumpai pada: Novelis, penasehat, filosof, guru,<br />
mistikus, org tua bijak, pemuka agama</p>
<p>2). Figur terkenal: Plato, Socrates, Bung Hatta, Rendra,<br />
Mohammad Syafei, Ki Hajar Dewantoro</p>
<p>3). Ciri yg menonjol:<br />
- Sadar diri, sensitif akan nialai diri, memiliki kemampuan<br />
intuitif, sadar kekuatan dan kelemahan diri, suka<br />
menyendiri, motivasi diri</p>
<p>4). Cara mudah dalam Belajar:<br />
- Pembicaraan dari hati ke hati, tanya jawab, ajarkan<br />
bertanya, beri kebebasan untuk berbeda, beri waktu<br />
untuk refleksi diri,</p>
<p>4. Bagaimana Siswa Menyerap Informasi</p>
<p>a. Hanya 30 % siswa mengingat dari yg mereka dengar selama periode kelas normal.<br />
b. Hanya 40 % dari apa yg mereka baca atau lihat, baik berupa teks atau gambar<br />
c. Hanya 15 % melalui bantuan taktual, berupa bahan-bahan, kegiatan menulis, dan menggambar..<br />
d. Hanya 15 % melalui kegiatan yang bersifat kinestetik, belajar dengan tindakan fisik, dan terlibat dalam pengalaman nyata</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/10/membangun-pembelajaran-berbasis-gaya-belajar-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menciptakan Sekolah Sebagai Taman Belajar yang Nyaman Bagi Siswa</title>
		<link>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/09/menciptakan-sekolah-sebagai-taman-belajar-yang-nyaman-bagi-siswa/</link>
		<comments>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/09/menciptakan-sekolah-sebagai-taman-belajar-yang-nyaman-bagi-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 06:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>STKIP Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Menyenangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi dalam belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Makna Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Menciptakan Suasana Kelas yang menyenangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stkip-persis.ac.id/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini artikel bagian pertama dari orasi ilmiah yang disampaikan Prof.H.M. Iim Wasliman, DR.,MPd, MSi dalam Acara Wisuda STKIP Persis tahun Akademik 2007-2008 di Hotel Grand Pasundan Bandung, dengan tema “Upaya Meningkatkan Proses Pembelajaran yang Efektif dalam Rangka Membangun Mutu Pendidikan”
III. MENCIPTAKAN SEKOLAH SEBAGAI TAMAN BELAJAR YANG NYAMAN BAGI SISWA
1. Taman Belajar:
- SEKOLAH BHS YUNANI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini artikel bagian pertama dari orasi ilmiah yang disampaikan Prof.H.M. Iim Wasliman, DR.,MPd, MSi dalam Acara Wisuda STKIP Persis tahun Akademik 2007-2008 di Hotel Grand Pasundan Bandung, dengan tema “Upaya Meningkatkan Proses Pembelajaran yang Efektif dalam Rangka Membangun Mutu Pendidikan”</p>
<p>III. MENCIPTAKAN SEKOLAH SEBAGAI TAMAN BELAJAR YANG NYAMAN BAGI SISWA</p>
<p>1. Taman Belajar:<span id="more-12"></span></p>
<p>- SEKOLAH BHS YUNANI SCHOOLE YANG<br />
ARTINYA &#8220;TAMAN&#8221;. Karena itu ki Hajar Dewantoro<br />
tidak memakai istilah sekolah tetapi taman (Taman<br />
Siswa).</p>
<p>- Di taman anak-anak dapat menikmati bermain, sebaiknya di sekolah juga, mereka dapat menikmati belajar.</p>
<p>- Di taman anak-anak merasa senang bermain, sebaiknya di sekolah juga mereka harus merasa senang belajar.</p>
<p>- Mari kita jadikan SEKOLAH sebagai taman bagi anak-anak belajar, sehingga mereka bahagia, ceria dan asyik belajar karena saling menyayangi, dan penuh kasih sayang dari guru-gurunya.</p>
<p>2. Makna Belajar:</p>
<p>Belajar adalah proses mendengar, melihat, mengamati, mengerjakan dan memahami sesuatu. ( listening, seeing, watching, doing, and understanding )</p>
<p>Belajar adalah perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yg berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan dan pemahaman (Ini yg disebut perilaku). (Prof DR. Nana Sudjana )</p>
<p>3. Mengorkestrasi Suasana Kelas Yang Menggairahkan<br />
dan Menyenangkan</p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan social atau suasana kelas adalah penentu psikologis utama yang mempengaruhi belajar siswa di kelas, (Walberg dan Greenberg, 1997).</p>
<p>Suasana kelas, keadaan ruangan, halaman, taman sekolah, komunikasi antar siswa, guru, dan civitas sekolah menunjukkan arena belajar yang mempengaruhi emosi.</p>
<p>4. Peran Emosi dalam Belajar:</p>
<p>Berorientasi kepada emosi siswa di dalam dan di luar kelas dapat membantu mempercepat dan meningkatkan hasil belajar, serta membuat pembelajaran lebih berarti dan permanent. Ingat kembali ketika kita menjadi siswa dulu, Susana yang bagaimana yang sangat kita sukai.</p>
<p>Menghukum badan karena jengkel, mencubit, memukul, menampar, menjitak, memelototi, menatap mata siswa tak berkedip, dampaknya sangat patal bagi siswa. HINDARI. Disamping melanggar hak-hak siswa, juga bisa jadi bahan tuntutan hukum.</p>
<p>Guru harus menggunakan keadaan positif anak untuk menarik mereka ke dalam pembelajaran di bidang-bidang dimana mereka dapat mengembangkan kompetensi. Di sekolah saat anak merasa bosan, mereka akan berontak dan berulah. Jika mereka dibanjiri tantangan, mereka akan mencemaskan pekerjaan sekolah. Tetapi percayalah, mereka akan belajar dengan segenap kemampuan jika mereka merasa senang, dan jika mereka merasa terlibat dalam hal tersebut.</p>
<p>5. Membangun lingkungan kelas untuk memanjakan emosi anak.</p>
<p>- Sebuah gambar lebih bermakna dari seribu kata. Alat peraga dlm belajar menjadi sesuatu yg menakjubkan.</p>
<p>- Belajar itu bertaraf ganda. Artinya terjadi baik secara sadar maupun tidak sadar dalam waktu yg bersamaan.</p>
<p>- Ketika pandangan mereka melihat dinding, sadar atau tidak sadar mereka memotret apa yang mereka lihat. Buku yang disusun rapi, gambar yang ditempel dengan serasi dengan warna-warna yang menarik. Ini semua akan mempengaruhi emosi positif siswa.</p>
<p>- Pandangan sekeliling akan membantu daya ingat mereka. Mereka serasa berada di tempat yang mereka merasa nyaman.</p>
<p>Teaching is art. Mengajar adalah seni. Karena itu tidak mungkin sterio tipe, melainkan sesuatu yang bisa dan harus diexplorasi. Guru yang kreatif dan inovatif adalah guru yang mampu menciptakan pembelajaran sebagai sesatu yang menarik bagi anak-anak didiknya, sehingga mereka senang belajar. Mereka adalah guru yang selalu memikirkan: Bagaimana menciptakan sekolah menjadi sebuah taman yang indah dan nyaman untuk belajar dengan model pembelajaran yang focus kepada siswa, disajikan dengan cara yang ramah, serta berbasis learning style / gaya belajar siswa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/09/menciptakan-sekolah-sebagai-taman-belajar-yang-nyaman-bagi-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jepang Siap Luncurkan Lift Ruang Angkasa</title>
		<link>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/08/jepang-siap-luncurkan-lift-ruang-angkasa/</link>
		<comments>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/08/jepang-siap-luncurkan-lift-ruang-angkasa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 06:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>STKIP Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Lift ruang angkasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.stkip-persis.ac.id/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[LIFT ruang angkasa. Itulah impian terbesarnya. Di sebuah ruang makan di Tokyo, pebisnis Jepang Shuichi Ohno tampil menggebu-gebu. Sebagai ganti roket, dia ingin menggunakan lift untuk terbang ke ruang angkasa.
Belum lama ini Shuichi Ohno menyelenggarakan konferensi lift ruang angkasa pertama di Jepang. Dari segenap penjuru dunia datang para pembicara. Laporan koresponden Kjeld Duits dari Tokyo.
Shuichi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LIFT ruang angkasa. Itulah impian terbesarnya. Di sebuah ruang makan di Tokyo, pebisnis Jepang Shuichi Ohno tampil menggebu-gebu. Sebagai ganti roket, dia ingin menggunakan lift untuk terbang ke ruang angkasa.</p>
<p>Belum lama ini Shuichi Ohno menyelenggarakan konferensi lift ruang angkasa pertama di Jepang. Dari segenap penjuru dunia datang para pembicara. Laporan koresponden Kjeld Duits dari Tokyo.</p>
<p>Shuichi Ohno adalah ketua Perhimpunan Lift Ruang Angkasa Jepang. Ia punya model beberapa lift ruang angkasa untuk<span id="more-71"></span> menjelaskan gagasannya. &#8221;</p>
<p>Harus dibuat tali sepanjang tiga meter yang tebalnya setengah sentimeter,&#8221; jelasnya. &#8220;Tali ini harus diluncurkan sepanjang 100 ribu kilometer ke ruang angkasa. Kemudian sebuah lift yang diangkat oleh sinar laser mendorong tali itu ke ruang angkasa.&#8221;</p>
<p>Cara menjelaskannya, seolah-olah Shuichi Ohno menganggap itu barang biasa. Dan liftnya mencapai 20 ton.</p>
<p><strong>Lebih murah dan lebih aman</strong><br />
Shuichi Ohno adalah anggota kelompok yang cepat berkembang di dunia, yaitu kelompok ilmuwan, insinyur dan kalangan penggemar luar angkasa yang yakin bahwa waktunya sudah tiba bagi cara baru melawat ke ruang angkasa. Kabarnya lift ruang angkasa ini lebih murah dan lebih aman ketimbang roket.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.stkip-persis.ac.id/2009/07/08/jepang-siap-luncurkan-lift-ruang-angkasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

