Membangun Pembelajaran yang Ramah Anak

Postingan ini masuk kategori [ Artikel Ilmiah ]

Berikut ini artikel bagian pertama dari orasi ilmiah yang disampaikan Prof.H.M. Iim Wasliman, DR.,MPd, MSi dalam Acara Wisuda STKIP Persis tahun Akademik 2007-2008 di Hotel Grand Pasundan Bandung, dengan tema “Upaya Meningkatkan Proses Pembelajaran yang Efektif dalam Rangka Membangun Mutu Pendidikan

I. MEMBANGUN PEMBELAJARAN YANG RAMAH ANAK (Mengubah Main Set Guru dalam Pembelajaran)

Bahan Renungan:

Take time to think, it is the source of power
Take time to read, it is the foundation of wisdom
Take time to dream, it is the future made of
Take time to quite, it is the opportunity to seek God
Take time to pray, it is the great power on earth.

1. Dari Memorandum Menuju Stadium:

Dari proses belajar yang sangat menekankan kepada kemampuan memori, menjadi KBM yang mengembangkan kemampuan otak dalam melakukan proses berpikir tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi.

From Teaching to Learning and to Thinking

2. Dari Kognitif Ke Pengembangan Karakter

Dari Proses belajar yang terlalu terfokus pada nilai akhir akademik, kepada proses pembangunan karakter melalui pengembangan kebiasaan serta kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning), Sehingga pembelajaran syarat makna.

Tebarkan ilmu, dan petik perbuatan
Tebarkan perbuatan, dan petik kebiasaan
Tebarkan kebiasaan, dan petik karakter
Tebarkan karakter, dan petik nasib dan keberuntungan.

3. Dari Memanjakan Otak Kiri Ke Otak Kanan :

Dari pembelajaran yang terlalu menekankan pengembangan kemampuan berpikir linier (logis) kepada mengembangkan kemampuan berpikir lateral yang menjadi dasar dari kemampuan berpikir kreatif.

4. Pembelajaran Yang Kontekstual

Dari Kegiatan belajar yang cenderung Papan Tulis Oriented dan Buku Paket Oriented, dan hanya berlangsung di dalam kelas, sehingga siswa bosan belajar dan kurang memahami keterkaitan antara apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata, Hendaknya diubah ke KBM yang kontekstual.

5. Guru Sebagai Teladan dan Fasilitator Belajar

Pola Interaksi guru-murid yang cenderung kaku dan terlalu hirarkis, hendaknya berubah. Secara ideal guru hendaknya berperan sebagai fasilitator dan teladan bagi muridnya, sehingga mendorong murid untuk mempelajari dan memahami Iptek, keterampilan dan sikap positif yg dibutuhkan dlm kehidupan bermasyarakat.

6. Guru Pembelajar Sepanjang Hayat (Life long Learning)

Guru JANGAN merasa cukup dengan apa yang telah dipahami dan dikuasai sehingga berhenti belajar dan mengembangkan diri.

Faktor utama mengembangkan KBM yang bermutu bukan dana, melainkan keinginan yang kuat dan kreativitas guru.

Anda dapat mengikuti perkembangan komentar melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat menuliskan komentar atau memberikan trackback dari situs/blog Anda.

Satu Komentar on “Membangun Pembelajaran yang Ramah Anak”

  • 15 July, 2009, 15:02

    Artikel yang bermanfaat, berbobot sekali, terimakasih sudah sharing artikel ini :)

Silahkan tuliskan komentar Anda